Minggu, 20 Maret 2016

RINDUKAN KEMA'AFAN DARIKU



            Sering sekali kita memuji sang mentari yang menerangi hari-hari kita, namun akhirnya mentaripun hilang disaat disaat datangnya waktu malam. Setiap manusia yang hidup dibumi, pasti merasakan kisah keluh disaat mentari harus pergi dari siang. Terkadang bagi orang yang sedang melakukan tugas penting harus terhenti karena terang telah ditelan oleh kegelapan, dan kisah itu dirasakan oleh seorang pemuda yang bernama Ringgo yang berasal dari desa tanjung pauh. Ringgo adalah seorang pemuda yang lugu dan belum tahu betapa buasnya  kehidupan. Dengan keluguan yang ada pada diri Ringgo, ternyata Ringgo memiliki bakat yang luar biasa yaitu melukis dan bisa bernyanyi dengan baik, padahal Ringgo waktu itu sedang kuliah di yayasan Widyaswara Indonesia yang bertempat di solok selatan dan mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Di solok selatan,Ringgo tinggal sendiri di kossan dengan kehidupan yang sederhana di kos.  Ringgo sungguh unik, ia tidak memilih jurusan yang sesuai dengan bakat yang dimilikinya, Ringgo lebih memilih jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar karena ingin belajar beberapa pendekatan didalam hidup,psikologi,dan karakter-karekter manusia dengan tujuan ingin lari dari keluguannya.
            Waktu kuliah yang tepatnya pada saat Ringgo semester tiga, Ringgo bertemu dengan seorang gadis yang bernama Nadin yang juga seorang mahasiswi di yayasan Widyaswara Indonesia. Pertemuan antara Ringgo dengan Nadin berawal dari perkenalan saat acara diskusi kecil yang dibuka oleh mahasiswa dan terbuka untuk seluruh mahasiswa Widyaswara Indonesia. Saat itu, Ringgo sangat tertarik dengan karakter yang dimiliki oleh Nadin karena Nadin memiliki sikap yang sopan dan memiliki sifat yang sesuai dengan karakter yang didambakan oleh Ringgo. Disaat acara diskusi selesai,Ringgopun menghampiri Nadin diluar ruangan dan merekapun ngobrol. Dengan bahasa Ringgo yang sopan terhadap Nadin, akhirnya obrolan mereka sangat nyambung dan mereka mulai akrab.
            ***
            Setelah lama dekat dan bahkan sering berkomunikasi dengan Nadin secara langsung maupun lewat handphone, Ringgo mulai memuji sang mentari yang sedang bersinar “kau begitu sederhana Nadin,,!sopan dan santunmu membuat aku gugup,!”ucap Ringgo didalam hatinya. Sementara itu, ternyata Nadin juga menyimpan perasaan yang sama seperti yang dirasakan oleh Ringgo. Hari-hari yang dilalui oleh Ringgo selalu diisi oleh kehadiran Nadin disisinya baik diwaktu senggangnya maupun disaat berada dikampus tempat kuliahnya,hingga akhirnya Ringgo dan Nadin berpacaran.
            Ringgo merasakan seolah ia telah menggenggam mentari yang sedang bersinar, ia merasa bahagia karena wanita yang memenuhi karakter seperti yang ia suka itu telah berhasil ia miliki. Dari awal jadiannya Ringgo dengan Nadin hingga setahun jadian, kebahagiaan yang dirasakan oleh sepasang kekasih itu sangat terlihat bagaikan sepasang merpati yang sedang bercanda diranting pinus. Disaat itu juga, sangat terlihat hubungan Ringgo dengan Nadin bagaikan mutiara yang tidak bisa terlepas dari cangkangnya sehingga Ringgo merasakan bahwa ia telah terlepas dari keluguannya dan mulai merasakan suasana hidup yang baru. Ternyata, dengan kehadiran Nadin di kehidupannya merubah segalanya dari Ringgo.
            Tahun pertama terlewati oleh Ringgo bersama Nadin. Memasuki tahun yang kedua hubungan Ringgo bersama Nadin, mereka mulai merasakan pahit maupun asam dengan masalah yang muncul di hubungan mereka. Sore itu, ketika Ringgo dan Nadin sedang duduk bersama teman-teman mereka,Ringgo melihat ada yang tidak beres pada kepribadian Nadin dan Ringgo menarik Nadin kebelakang untuk ngobrol sebentar “kok kamu gitu,? Jalan sini-sana tanpa pengendalian diri gitu,??”tanya Ringgo kepada Nadin dan Nadinpun terkejut dengan pertanyaan Ringgo “maksud kamu apa,? Emang ada yang salah ya sama aku?”tanggap Nadin, “iya,,, kamu salah besar,, masa’ kamu bergerak sana-sini begitu bebas seolah-olah kamu sedang berada disana sendirian aja,!! Ahhh,,,, jaga dong santun kamu Nad,!!”seru Ringgo dengan ekspresi marah kepada Nadin, “iya,,,aku salah,,, ma’afin aku yah,,?,aku nggak nyadar kalau aku sedang bikin kesalahan,, kamu tuntun aku yah sayang yah,,?”ucap Nadin dengan menenangkan Ringgo yang sedang marah kepadanya, dengan tenang Ringgo menjawab “iya,,,lain kali jangan gitu lagi yah,!! Jaga santun kamu,! Aku akan selalu nuntun kamu karena aku pacar kamu”, mendengar kalimat yang terucap dari Ringgo, “iya sayang,,,”jawab Nadin kepada Ringgo dengan senyum. Merekapun langsung kembali duduk bersama teman-teman mereka setelah menyelesaikan masalah mereka.
            Di tahun tahun kedua hubungan mereka, mereka selalu dihantui masalah yang muncul-muncul dihubungan mereka bahkan hubungan mereka sempat renggang karena masalah,dan terkadang mereka terlihat seperti orang yang sedang stres ketika masalah yang muncul bertubi-tubi di hubungan mereka. Walaupun masalah demi masalah yang selalu muncul,mereka tidak pernah berkeinginan untuk lari dari kenyataan.
            Pada akhir tahun kedua hubungan mereka, Ringgo merasakan hari demi hari kegeoisan yang berlarut sehingga membuatnya seolah-olah ingin mengalah dalam hubungannya. Tiba-tiba di suatu hari, Nadin sakit dan menginginkan Ringgo berada disampingnya diwaktu itu. Ringgopun setia menemani Nadin selama Nadin sakit, apapun keinginan yang disampaikan oleh Nadin selalu dipenuhi dengan tegar dan tabah hingga Nadin Sembuh. Ringgo adalah sesosok cowok yang tegar, ia sangat sayang kepada Nadin.
Setelah kian lama pacaran, akhirnya kisah yang membuat Ringgo harus tersenyum dalam tangisanpun bermula. Malam itu Ringgo kerumah Nadin dan ngobrol-ngobrol di teras rumahnya Nadin, mereka terlihat bahagia sekali. Setelah lama ngobrol-ngobrol dengan Nadin dirumahnya,Ringgopun pulang ke kossannya dengan senang karena ia merasa bahagia setelah bertemu dan bercanda tawa dengan Nadin. Sesampainya Ringgo dikamar kosnya, tiba-tiba kepala Ringgo terasa pusing hingga Ringgo terjatuh dilantai kamarnya. Disaat itu juga Ringgo berusaha untuk bangun,tetapi Ringgo tidak sanggup untuk berdirinya hingga akhirnya Ringgo mencoba menelepon temannya untuk meminta pertolongan dan ternyata tak seorangpun temannya yang mengengkat telepon dari Ringgo. Di tengah menahan pusing, Ringgo akhirnya menelepon Nadin dan Nadinpun mengangkat telepon dari Ringgo “Nad,,kamu bisa bantu aku nggak,? Pas nyampe di kamar kos,tiba-tiba kepalaku pusing dan aku terjatuh ke lantai,! Kamu bisa kesini nggak,? Aku serius Nad,, please,!”saru Ringgo kepada Nadin melalui telepon, “hmmm,,,, gimana yaa,,!! Sorry Go,,aku nggak bisa,!! Aku nggak bisa keluar malam Go,! Kamu kan tau sendiri kalau aku nggak dibolehin keluar malam sama mama,!apa lagi jam segini lagi,!!”tanggap Nadin terhadap Ringgo. Mendengar tanggapan yang mengesankan dari Nadin, “iya,,nggak apa-apa kok Nad,,!”ucap Ringgo kepada Nadin sambil menutup telepon karena tidak sanggup untuk banyak bicara. Tanpa menerima jawaban pertolongan dari orang-orang yang telah ia coba hubungi, Ringgo langsung berusaha merangkak ke tempat tidurnya hingga Ringgopun pingsan dan tergeletak dilantai kamarnya.
Tepat pada pukul 03.00, Ringgopun sadar, ia langsung ke tempat tidurnya dengan merangkak. Sesampai ditempat tidurnya, Ringgo melihat handphonnya karena mungkin ada tanggapan dari orang-orang yang telah ia coba hubungi tadi,ternyata ada panggilan tak terjawab dan pesan masuk dari Nadin, dan Ringgopun membuka pesan masuk dari Nadin. Dengan kaget, ternyata isi pesan dari Nadin “Ringgo,,! Kenapa nggak diangkat-angkat telpon dari aku,? Udah di smsin,nggak diangkat juga!, kamu marah?, aku capek Go,!”kata Nadin melalui sms. membaca isi pesan dari Nadin, Ringgo langsung membalas pesan dari Nadin “Nad,,kamu salah paham Nad,,!,”tanggap Ringgo melalui sms kepada Nadin, “ahh,,,alasan aja,,,! Bilang aja kalau kamu ngambek,! Kita udah nggak saling mengerti sekarang Go,! Ada baiknya kita akhiri hubungan ini Go,! Aku cape’ Go kayak gini terus!kenapa kamu cuekin aku Go,?”kata Nadin melalui sms kepada Ringgo. Membaca pesan dari Nadin,Ringgo terdiam dan membalas pesan Nadin “kamu udah berubah Nad,!baiklah kalau gitu Nad,,ada benarnya juga apa yang kamu bilang itu Nad,”jawab Ringgo tanpa menjelaskan kepada Nadin bahwasanya diwaktu Nadin menghubunginya,ia sedang pingsan. Ringgo sedih, akhirnya hubungan mereka harus berakhir dengan kesalah pahaman. Ringgo merasa terpukul dengan apa yang telah terjadi antara dirinya bersama Nadin yang bermuara dari kesalah pahaman.
Pada malam harinya, Ringgo sangat memikirkan kata-kata dari Nadin kepadanya hingga ringgo memutuskan untuk berhenti kuliah dan pulang ke kampungnya. Disaat itu juga, Ringgo befikir dalam lamunan “betapa mudahnya daun yang berada di pangkal dahan sebatang pohon itu layu sehingga berguguran ia terpaksa harus gugur ,!”ucap Ringgo dalam hatinya. Tanpa berfikir panjang, Ringgo langsung pulang ke kampung halamannya,Ringgo sudah tidak sanggup lagi kuliah dengan keadaan perasaan yang telah jatuh dan hanyut. Ringgopun mulai menyadari ternyata memang susah untuk mengejar dan menggenggam sang mentari yang sedang bersinar sehingga ia terpaksa harus mengalah dari kenyataan.
Setibanya Ringgo di kampung halamannya, Ringgo tidak ingin lagi pergi kedaerah dimana ia telah terpukul jatuh dihalaman itu lagi. Sementara Nadin merindukan Ringgo setiap saat karena ia menyesal dengan apa yang telah ia lakukan terhadap Ringgo yang sangat sayang kepadanya, “Ringgo,! Ma’afin aku go,! Aku salah,! Masalah kecil,aku besarkan dulu Go,!! Aku bodoh Go,! Aku sayang kamu Go,! Ringgooo,,,!!!” ungkap Nadin dengan meneteskan air mata didalam kamarnya. setiap kuliah Nadin selalu menunggu kedatanga Ringgo di kampusnya, dan Ringgopun tidak pernah hadir disaat ada jam pertemuan dalam perkuliahan hingga suatu hari Nadin menangis “Ringgo,,,!! Akan ku tunggu kamu sampai kapan pun Go,! Aku nggak akan mencari pengganti kamu dalam hidupku Go,! Tunggu aku Go,,! Hidup tanpa kamu,aku nggak bisa Go,! Lebih baik aku menyendiri untuk selama-lamanya Go,!”ucap Nadin yang sedang galau merindui Ringgo. Penantian demi penantian yang tiada henti dirasakan oleh Nadin hingga Nadin berhasil meraih gelar dari Strakta satu yang ia inginkan.
Setamatnya Nadin dari Widyaswara Indonesia, Nadin langsung melamar pekerjaan sebagai guru honorer di Sekolah Dasar dan Nadinpun diterima di Sekolah dasar tersebut. Setelah beberapa tahun menjadi guru honorer, Nadin diangkat oleh pemerintah sebagai pegawai negeri sipil di Sekolah Dasar tempat yang dimana ia menjadi guru honorer hingga Nadinpun sukses. Dibalik kesuksesan yang dirasakan oleh Nadin, ternyata ada tangisan yang telah lama terpendam di hati Nadin. Nadin masih merindukan Ringgo walaupun setelah lama berpisah hingga Nadin hidup dalam kemewahan dalam kesendirian, ia merasakan kemewahan yang ia rasakan belum lengkap didalam hidupnya.
Suatu hari, Nadin teringat kisah saat bermanja-manjaan bersama Ringgo hingga membuat Nadin meneteskan air matanya. Mengingat masa-masa tertawa memang pedih keika sedang sedang dilanda kesedihan, intan dan permata pun terlihat bisa terlihat seperti butiran debu yang tak bertuah dan Hati akan mengalahkan jantung yang berdetak hingga jantung itu terhenti ketika hati merasa pedih.
Dengan tiba-tiba pada hari minggu waktu itu, hati Nadin seolah-olah berkata ingin mencari Ringgo ke kampung tempat tinggal Ringgo yaitu di Tanjung Pauh. Tanpa berpikir panjang, Nadinpun langsung pergi ke daerah tanjung pauh dengan mobil pribadi yang dimilikinya  bertekat ingin bertemu dengan Ringgo dan meminta ma’af atas kesalahan yang pernah ia lakukan terhadap Ringgo.
Dialam perjalanan menuju tanjung pauh, Nadin melihat banyak gedung yang sedang dibangun dan melihat begitu padatnya daerah itu dengan rumah-rumah mewah di pinggiran jalan hingga masuk ke wilayah Tanjung Pauh. Setibanya Nadin di wilayah Tanjung Pauh, Nadin merasa agak lega karena sebentar lagi ia pasti akan bertemu dengan Ringgo. Dengan rasa penasaran yang dirasakan oleh Nadin,“aku udah nyampe di tanjung pauh,,aku pasti akan ketemu dengan Ringgo,,tapi,,apa Ringgo udah dengan yang lain ya,,?”ucap Nadin didalam hatinya. Dengan laju mobil yang begitu kencang,Nadin masih terbuai-buai dengan lamunan. Dengan kecepatan maksimal dan rem yang tak terkendali oleh Nadin, tiba-tiba “trrraaaakkkk,,!!”” Nadin menabrak seorang kuli bangunan yang sedang bekerja di pinggir perempatan jalan. Nadin terkejut telah menabrak seorang kuli bangunan dan mengaku salah karena membawa mobil dengan melamun hingga Nadinpun terpaksa keluar dari mobilnya untuk melihat korban yang ia tanbrak dengan tubuh bergetar karena terkejut. Sesampai didepan mobil, ternyata korban yang ia tabrak itu adalah Ringgo. Melihat korban yang ia tabrak itu adalah Ringgo, Nadin langsung merangkul Ringgo ke pangkuannya “Ringgo,,,! Ringgo,!!! Ya allah Ringgo,,! Ma’afin aku Go,!!”ucap Nadin yang langsung menangis dengan histeris dan Ringgo terluka parah dibagian kepalanya.
***
Ringgo langsug dibawa kerumah sakit oleh Nadin dengan tangisan yang histeris dan panik. Sesampai dirumah sakit, Ringgo langsung dibawa ke ruangan UGD dan Nadinpun menunggu di luar ruangan. Setelah lama menunggu Ringgo di tangani dan diperiksa oleh dokter di ruangan UGD, hingga dokterpun keluar dari ruangan menghampiri Nadin “mbak,,, mbak yang tabah ya mbak,,pasien tidak bisa diselamatkan,! Kami telah brusaha mbak,,Pasien meninggal dunia mbak,!”ucap dokter itu kepada Nadin. Ternyata Ringgo tidak terselamatkan dan meninggal dunia akibat terjadi benturan keras pada bagian kepalanya. Mendengar penjelasan dari dokter, Nadin langsung berlari kedalam Ruangan dan langsung memeluk ringgo yang sudah tidak berdaya. Nadin menangis dengan histeris “Ringggooooo,,,!!!!,,banguun Ringggooo,!! Aku emang jahat Gooo,,!”ucap Nadin kepada Ringgo yang sudah tidak berdaya lagi.
Nadin syok karena telah menabrak orang yang ia cintai hingga meninggal dunia, padahal ia sangat mengimpikan bertemu dengan orang yang ia cintai itu lagi. Kenyataan yang terjadi, ternyata Nadin bertemu dengan sosok Ringgo yang ia cintai dan ia sayangi disaat Ringgo harus menutup mata untuk selama-lamanya. Perasaan Nadin sangat terpukul karena harus menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa lagi bertemu dengan Ringgo untuk selama-lamanya dan harus menjalani kenyataan hidup dengan sendiri.
Cinta memang begitu indah untuk insan-insan sedang bahagia,tetapi tidak untuk insan-insan yang harus hidup sendiri untuk selama-lamanya dengan keterbatasannya. Terkadang, sebagian orang mengatakan bahwa cinta itu berawal dari pertemuan dan akan abadi jika dua hati telah bersatu, padahal kenyataan yang sebenarnya adalah “perpisahan itu bermuara dari pertemuan”.


Terimakasih
telah membaca.!

Selasa, 19 Januari 2016

APA KABAR MY DEAR FRIEND



            Persahabatan akan begitu indah jika kita mampu menjadi bagian dari warna pelangi. Saat memanadang pelangi, kebanyakan dari manusia yang ada di bumi hanya mampu berkata “indahnya pelangi itu.!”, mereka hanya memetik keindahan dari warna-warna yang ada pada pelangi yang sedang mereka pandang. Tanpa disadari, ternyata pada pelangi terdapat makna persahabatan yang mendalam yang bisa di petik ketika melihat satu warna pelangi tidak pernah berpisah dengan warna-warna yang lainnya, dan warna pelangi itu terlihat menyertai persahabatan cantik antara Lovi dan Bella.
             Di desa Lempur Danau merupakan tempat kelahiran Lovi dan Bella, disanalah Lovi dan Bella merasakan kehidupan yang damai dan tenteram hingga mereka tumbuh menjadi gadis cantik,bahkan hingga mereka kuliah dan mendapat gelar sarjana. Lovi dan Bella telah berteman sejak kecil tanpa ada perselisihan antara mereka. Desa kecil Lovi dan Bella merupakan desa yang menyimpan pemandangan yang indah dan mempesona yang posisi desanya tepat di pinggir danau Kerinci.
            Waktu silih berlalu dan masa pun silih berganti hingga Lovi dan bella tumbuh menjadi gadis dewasa, mereka mulai mengenal asmara dan cinta. Semenjak mereka mulai mengenal cinta, mereka terlihat sedikit waktu untuk bersama seperti biasanya karena mereka sama-sama dilanda asmara.
            Rasa heran muncul ketika melihat kedua orang gadis yang berparas cantik ini karena keberuntungan yang datang menyertai mereka selalu datang dengan sama-sama. Waktu itu tepat pada awal tahun 2011, Lovi didekati oleh seorang pria tampan yang bernama Tofan. Sementara itu, Bella juga didekati oleh seorang pria tampan yang bernama Aidil. Dan suatu keherananpun terlihat kembali karena ternyata mereka didekati oleh pria yang alamatnya satu kampung dengannya yaitu sama-sama dari desa Lempur Danau dan merekapun mencoba untuk saling mengenal satu sama lain,alias PDKT.
***
            Dalam diam-diam setelah sebulan PDKT, Lovi resmi menjadi pacar Tofan. Waktu itu,Lovi merasa sangat bahagia sekali karena baru pertama kali merasakan jatuh cinta dan dicintai oleh seorang pria sementara Tofan juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Lovi. Saking bahagianya perasaan Lovi bersama Tofan, mereka merencanakan untuk jalan-jalan ke Qhincay Plaza merekapun berangkat dengan mobil milik Tofan untuk jalan-jalan ke Qhincay Plaza dg tujuan jalan-jalan dan shoping.
            Sesampai di Qhincay Plaza, Lovi jalan-jalan bersama Tofan sambil bercumbu-canda,maklum baru jadian. Setelah lama berjalan hingga tiba di salah satu toko pakaian, Tofan menarik tangan Lovi untuk masuk kedalam toko pakaian tersebut “yuk kita liat-liat dulu ke dalam,mana tau ada yang cocok!”ajak ofan, “hmmm,,,yuk,,!”jawab Lovi, merekapun masuk ke toko itu dan langsung berkeliling di dalam toko tersebut mencari pakaian yang cocok. Saat tiba di sudut bagian dalam toko,Lovi menemukan baju cantik berwarna ungu “Fan,,,liat,! Bagus banget baju ini,tapi harganya 700 ribu,,nggak usah ah,,kemahalan,!”ucap Lovi, mendengar itu “mmm,,,sekarang gini aja, kamu liat-liat ke arah kanan,dan aku liat-liat ke arah kiri,,gimana,??”ajak Tofan, “mmm,,yuk,!” jawab Lovi, dan mereka pun berbencar. Setelah lama berkeliling, Lovi menemukan kemeja bagus untuk pria,dan ia langsung mengambil baju tersebut dan membawanya ke kasir toko untuk membelinya untuk Tofan “hmm,,Tofan pasti suka dengan baju yang aku beliin,” ucap Lovi didalam hatinya.
            Setelah membeli baju untuk Tofan, Lovipun langsung mencari Tofan ke arah belakang dan Topan tidak terlihat oleh Lovi. Tiba-tiba Tofan nongol di belakang Lovi “cari siapa sayang,?” ucap Tofan, dengan kaget “astagfirullahal”azim,,,! hmmm sayaaannggg…! Dari tadi nyari,,malah ngagetin lagi,nggak kasian apa sama pacarnya,,hmmm,!” ucap Lovi dengan ekspersi cemberut manja kepada Tofan, “hm,,hm,,alhamdulillah udah manggil dengan kata sayang,,!” usil Topan terhadap Lovi lagi, “hmmmm,,,”tanggap Lovi dengan cemberut malu.“iya,,iya dech,,aku minta ma’af ya sayang ya.?” Ucap Tofan, “iya sayang,,,oh iya, aku ada beliin kamu kemeja ni,ntar diliat di mobil ya,?” ujar Lovi, “iya sayang,,tapi aku bawa tangan kosong juga ni,,!”kata Tofan, dengan senyum “sayaanngg,,,nggak apa-apa kok,! Ya udah,,yuk kita pulang lagi, udah mulai capek ni sayang,!”ujar Lovi kepada Tofan, dan merekapun keluar dari toko dan menuju ke tempat parkir mobilnya Tofan.
            Sesampai didalam mobil Tofan, Lovi memperlihatkan baju yang ia beli untuk Tofan “nahh,,,ini bajunya,,keren kan bajunya,,!”Ujar Lovi, “waw,,keren banget,,,aku suka, tapi harganya,,kemahalan sayang,,!”sahut Tofan, “sayanggg,,, ussssstttt berisik,,,itu nggak penting sayang,!”tanggap Lovi, “makasih ya sayang..?” ucap Tofan, dan Lovipun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
            Tiba-tiba Tofan mengambil sesuatu di bangku belakang dan membukanya “taarraammm,,,,” ucap Tofan kepada Lovi. Dengan ekspresi kaget oleh Lovi, ternyata Tofan membeli Baju ungu yang di anggap cantik oleh Lovi saat didalam toko “Tofaann,,, itu kemahalan sayaangg,,!”ucap Lovi kepada Tofan, “ussssstttttt,,,karena ada yang bilang kalau harga itu nggak penting,!”ucap Tofan dengan senyuman. Lovi merasa sangat senang saat itu “ternyata Tofan romantis banget,,”ucap Lovi di dalam hatinya. Saat Tofan menstarting mobilnya,“Sayangg,,,gimana kalau sebelum pulang kita berhenti makan bakso dulu di Sido Waras,,!” ajak Lovi, “ayuk,,”tanggap Tofan, dan Tofanpun langsung melajukan mobilnya untuk pergi makan bakso bersama kekasihnya. Sido Waras merupakan salah satu tempat makan bakso yang enak di Kota Kerinci yang beralamat di jalan Depati Parbo-Sungai Penuh.
            Sesampainya di Sido Waras, ternyata mereka bertemu dengan Bella “wahhh,,,,ternyata ada my dear friend,,,!”seru Lovi, “waahh,,ehm,,ehmm,,ternyata nggak sendirian ni yee,,!”ucap Bella lagi, “would you mind,kenalin,,this is my honey,,!”ucap Lovi, dan Tofan menghulurkan tangan untuk salam perkenalan,begitupun dengan Bella “oo,,jadi kamu yang sering di ceritain Lovi tentang temannya,,wahh,,moment  yang tepat ni,,! oh ya ngomong-ngomong,sendirian aja ni,??”tanya Tofan kepada Bella, “hehemmmmm,,,,hari gini,,aku nggak mau kalah dong,,!”ucap Bella kepada Tofan. Dengan ekspresi kaget bercampur rasa senang, melihat pasangan Bella yang tiba-tiba muncul di belakang bella “aaa,,,,,jadi kamu Dil,? Gimana ceritanya??”Tanya Tofan kepada pasangan Bella. Dan ternyata pasangan Bella juga merupakan teman dari pasangan Lovi sehingga waktu itu mereka makan bakso bersama dalam satu meja sambil berbincang-bincang dengan perasaan hati yang senang lagi bahagia. Setelah lama berbincang-bincang sambil makan bakso, tak terasa siangpun telah berganti dengan sore dan merekapun pulang bersama pasangan mereka masing-masing.
***
            Hari demi hari terlalui oleh Lovi bersama pasangannya hingga lembaran kelender 2011pun dibuang karena telah berganti tahun 2012, dan begitu juga yang dirasakan oleh Bella bersama pasangannya. Pada tahun 2012, hal yang tidak diinginkanpun mengusik hubungan Bella bersama Aidil. Masalah yang melanda hubungan Bella sangat serius sehingga didalam masalah itu membuat Bella harus menangis, dan ternyata Aidil di jodohkan oleh orang tuanya dengan gadis yang belum ia kenal. Dengan kesetiaan, Bella tidak pernah memutuskan komunikasi dengan Aidil karena Bella sudah telah terlanjur mengunci perasaan sayang terhadap Aidil. Rasa sedih yang bercampur iba membuat Bella ingin pergi menemui Lovi dengan tujuan ingin curhat mengenai masalah didalam hubungannya. Tepat pada pukul 10.00 pagi waktu itu, Bella pergi kerumah Lovi dengan tujuan ingin curhat.
            sesampai di depan pintu rumah Lovi, Bella mengetuk pintu dan sangat kebetulan sekali bahwa yang membukakan pintu untuknya adalah Lovi. Saat pintu dibuka, Bella terkejut melihat mata Lovi yang membengkak kemerahan akibat menangis “kamu kenapa Lov?”tanya Bella kepada Lovi, “ceritanya rumit Bell,,yuk kita masuk dulu,ntar aku ceritain,!”tanggap Lovi, dan Bellapun masuk kerumah Lovi. Setiba di rumah “mending kita ngobrol dikamar aja yuk Bell?,soalnya banyak yang pengen aku omongin sama kamu,!” ajak Lovi, “ya udah,,yuk..!”jawab Bella, dan merekapun beranjak tempat duduk ke dalam kamar Lovi.
            Setiba di dalam kamar, Lovi langsung memeluk Bella sambil menangis “Bell,,,aku nggak sanggup Bell,,!”ucap Lovi, “kenapa Lov,? Coba ceritain sob,what are you thinking?”Tanya Bella, dan Lovipun menjawab “orang tua Tofan tidak suka dengan aku Bell,sampai-sampai orang tuanya Tofan ingin Tofan tinggal Palembang di tempat omnya Bell, orang tuanya ingin kami berjauhan bell,,dan yang lebih menyakitkan lagi,Tofan mutusin aku kemaren Bell” ungkap Lovi meluahkan apa yang sedang ia rasakan. Mendengar kalimat demi kalimat yang di ungkapkan Lovi, tiba-tiba Bella menangis dan langsung mengambil tangan Lovi “sabar ya Lov,,apa yang kamu rasakan nggak jauh bedanya dengan apa yang aku rasakan Lov,!”ungkap Bella kepada Lovi, dengan kaget “emang ada apa dengan kamu Bell?”Tanya Lovi, “Aidil dijodohin sama orang tuanya Lov,! Aidil sedang pusing dan bimbang untuk masalah ini Lov,!”ungkap Bella, “terus,,kalian sekarang udahan,gitu,??”Tanya Lovi lagi, “nggak Lov,,kami belum mengambil kesimpulan,!”ungkap Bella lagi. Di tengah pembicaraan antara Lovi dan Bella, tiba-tiba handphone Bella berdering, dan ternyata ada pesan dari Aidil. Melihat pesan masuk dari Aidil,Bellapun langsung membukanya. Membaca pesan itu, Bella langsung menangis dan langsung memeluk Lovi “Lov,,Aidil,Lov,,!”ucap Bella dengan suara yang tidak jelas karena sedang menangis. Lovipun kaget melihat sahabatnya yang tiba-tiba menangis tersedu-sedu “kenapa Bell,,kenapa?”Tanya Lovi, “coba kamu baca aja sendiri Lov,!,di,,dii,dia mutusin aku Lov,”ungkap Bella dengan terbata-bata kepada Lovi. Mendengar ungkapan dari Bella, Lovipun membaca isi pesan dari Aidil yang isi pesannya “aku sayang kamu,kamu sayang sama aku kan?, kalau kamu sayang sama aku,kamu jaga diri baik-baik ya sayang,,semua orang ingin bersama dengan apa pilihannya, tetapi kenyataan itu tidak memihak kepada kita Bell,,aku nggak mau kamu dihantui kesengsaraan yang berlarut dalam kesedihan begitu lama Bell,kita udahan ya Bell,,kita putus,! By Aidil, semoga bertemu disaat dimana dirimu sedang berbahagia walau tak lagi bersamaku sayang,!”. Membaca pesan itu, Lovi langsung mengelus punggung Bella yang sedang tersedu-sedu menangis. Akhirnya hubungan mereka terberai oleh dinding pemisah yang amat kuat bak berlapis baja.
***
            hingga suatu hari kesedihan berlarut kian menjadi bayangan, Lovi dan Bella bermain di pinggir danau dekat dari rumah mereka. Disaat bermain didanau, kisah persahabatan saat-saat menjadi putri kecil tergambar kembali dan disaat itu pula Bella bersuara “Lov,,,aku mau memberitahu kamu kalau besok lusa,aku mau ke Surabaya, aku dapat undangan dari instalasi Pekan Baru untuk kerja disana,!”ucap bella, “wahh bagus itu Bell,, tapi kok bisa sama ya,?? aku juga mau ngasih tau kamu sich sebenarnya kalau aku juga dapat undangan dari Instalasi di Jakarta Sob,dan hari senen depan aku kesana,”tanggap Lovi, “wahh,,,mantap,,,,! Tapi kita pisah dong sob,?”ucap Bella, “hmmm,,,aku pasti bakalan kangen banget sama kamu sob,,kamu memang sahabat aku yang paling baik selama ini yang pernah aku kenal sob,!”ungkap Lovi dengan langsung memeluk sahabatnya yang dari kecil selalu ada untuknya. Suasana harupun membasahi pemandangan yang indah sehingga mendungnya awan berbalut kabut.
***
            Hari demi hari pun berlau, Lovi dan Bellapun juga telah berangkat untuk bekerja di tempat dimana masing-masing dari mereka mendapat undangan untuk bekerja. Pantai yang indah yang telah banyak melukis kenangan antara Lovi dan Bella seolah bertanya-tanya dalam haluan panorama tanpa pelangi ingin mengetahui dimana kedua putri cilik yang selalu ceria dulu.
***
            Tiga tahun kemudian tepatnya pada bulan September 2015, Lovi pulang ke kampung halamannya di Lempur Danau dengan tujuan untuk merayakan hari raya idul fitri dan melepaskan rindu terhadap keluarganya. Ternyata Lovi pulang ke kampungnya tidak sendiri melainkan bersama pria kota yang gagah dan tampan di sampingnya, pria itu bernama Rido. Disaat itu pula Lovi melepaskan rasa rindu terhadap keluarganya dan ia mengenali seorang pria tampan yang akan hidup bersamanya kepada keluarganya.
***
            Pada sore harinya saat Lovi berada di teras didepan rumahnya, Lovi melihat layang-layang yang sedang terbang dan layang-layang itu dimainkan di daerah pasir putih pinggir danau. Disaat itu pula Lovi terkenang masa kecilnya bersama Bella saat bermain layang-layang di pinggir danau sehingga rindu terhadap Bellapun menghantuinya “semoga kamu bahagia dimanapun kamu berada sahabatku,,dan semoga kamu rasakan apa yang aku rasakan,!”ucap Lovi dalam hati. Disore itu juga Lovi mengajak Rido untuk bermain ke pinggir danau untuk melihat orang bermain layang-layangan sekalian menikmati pemandangan sore di pasir putih pinggir danau dan merekapun pergi ke pinggir danau dekat rumahnya.
            setibanya mereka di pinggir danau, dengan kaget Lovi melihat orang yang sedang bermain layang-layangan itu ternyata adalah Bella bersama seorang pria “heeiiii,,,,Bella,,!”seru Lovi, dan dengan ekspresi kaget pula saat Bella melihat Lovi “heeiii,,,Lovi,!”seru Bella lagi. Merekapun langsung berpelukan saat itu,“kamu kapan pulang,?? Aku telfon,katanya nomor kamu udah nggak kamu pake lagi,,! Eh,,siapa cowok itu Lov?”Tanya Bella kepada Lovi, “tadi pagi aku nyampe Bell,,itu partner hidup ku, dan bentar lagi bakal jadi imamku sob,,! Dan pria itu siapa Bell.?”Tanya Lovi kepada Bella, “hmmm,,emang akum au kalah apa sama kamu,?,kenalin dong,namanya Anton,!”tanggap Bella dengan canda terhadap Lovi. Dan merekapun langsung ngobrol dan tak lupa pula mereka mengenali pasangan mereka masing-masing dengan rasa yang penuh dengan kebahagiaan.
            Begitulah persahabatan yang bagaikan bagian dari warna pelangi, warna pelangi akan terlihat terang dan bercahaya jika percikan air embun selalu bersedia untuk menerima sinaran dari sang mentari. Maka, jadilah bagian dari warna pelangi dalam persahabatan, karena di setiap warna-warna yang ada pada pelangi itu terdapat percikan air-air embun yang suci.

Terimakasih telah membaca
By ; Jaya Lutvi