Jumat, 15 Januari 2016

cerpen "HATI TERSENTUH DARI KALIMAH SUCI"



HATI TERSENTUH DARI KALIMAH SUCI


            Di daerah provinsi jambi tepatnya di Muaro Bungo, terdapat hutan belantara yang sulit untuk dikunjungi karena konon kata penduduk kampung bahwa dulu ada enam belas orang dari penduduk Muaro Bungo yang mencoba masuk kehutan tersebut dengan tujuan ingin membuka rimba dengan tujuan ingin membuat lahan pertanian untuk bercocok tanam, sampai saat ini belum ada kabar ataupun berita tentang keenam belas penduduk kampung tersebut. Menurut penduduk Muaro Bungo, hutan itu merupakan hutan gaib yang ada di Muaro Bungo dan penduduk menamai bukit hutan itu dengan nama Hutan Gaib.
            Pada suatu hari tepatnya pada tahun 2014,seorang pemuda beragama islam dari kota Kerinci yang tampan rupawan dan masih berstatus mahasiswa di UNJA(Universitas Negeri Jambi) yang bernama Aldi ingin mencoba merintis hutan yang konon katanya sangat misterius dengan tujuan untuk menikmati dan mengambil gambar pemandangan yang indah dari atas bukit,tapi Aldi belum mengetahui bahwa hutan itu adalah hutan yang sangat berbahaya. Aldi adalah pemuda yang menganut agama islam,tetapi Aldi tidak mematuhi kewajiban dan larangan yang dituntun didalam syari’at agamanya, bisa dikatakan kalau aldi adalah anak yang tidak terlalu percaya tentang agamanya. Aldi sangat tertarik untuk merintis hutan itu karena Aldi melihat hutan di bukit itu sangat menantang jika didaki.
           ***
            Pada awal tahun 2015, Aldi pergi kedaerah Muaro Bungo dengan membawa peralatan lengkap untuk mendaki. Sesampai di Muaro Bungo, Aldi pergi ke desa kecil yang posisinya pas dibawah kaki bukit hutan yang akan ia daki itu dengan tujuan untuk mencari informasi tentang bukit itu. Saat berada di desa tersebut,Aldi mendapat informasi dari penduduk kampung bahwa hutan yang akan ia daki ternyata sangat angker lagi misterius. Aldi adalah anak yang pemberani,dan ia tetap akan merintis hutan itu. Melihat Aldi yang berkeinginan keras ingin mendaki,seorang penduduk kampung yang sudah tua dan dulu beliau pernah nyasar didaerah sebelum pertengahan jalan menuju puncak bukit tersebut katanya,beliau menunjuk pintu masuk ke hutan itu kepada Aldi. Tepat pada pukul 14.00 menjelang sore,Aldipun mulai mendaki.
***
            Setibanya Aldi di pertengahan jalan menuju puncak bukit Hutan Gaib tersebut, Aldi melihat arlogi yang dipakainya menujuk pukul 17.30 dan ternyata perjalanan Aldi sudah lumayan jauh. Melihat hari sudah mulai gelap,Aldipun langsung mendirikan tenda untuk beristirahat dimalam harinya.
            Senjapun tersapu oleh malam, Aldi langsung menyalakan api dari kayu-kayu bakar yang ada disekitarnya dan menyantap bekal yang ia bawa. Apipun sudah mulai membara, Aldi langsung menuju kedalam tenda untuk beristirahat karena besok paginya Aldi akan melanjutkan perjalanannya. Berani sekali Aldi,,!
            Akhirnya malam disapu oleh pagi yang sejuk, Aldipun terbangun oleh suara alarm alam dari suara-suara burung yang indah dari ats pohon.
            ***
            Setelah menyusun perlengkapan tenda, Aldi langsung melanjutkan perjalanannya untuk menuju puncak. Pada jarak tempuh  ± 400m, Aldi merasakan ada yang aneh diperjalanannya,ia merasakan bahwa jalan yang ia tempuh saat itu telah ia tempuh kemaren harinya. Aldi tak kenal lelah, ia meneruskan perjalanannya demi mencapai puncak bukit itu. Setelah lama berjalan,ternyata Aldi malah kembali lagi ke lokasi tempat ia mendirikan tenda “adduuuhhhhh,,,,kayaknya aku nyasar ni” ucap Aldi. Saat mengetahui kalau dirinya sedang tersasar, Aldi langsung melihat kompas yang ia bawa. Dengan berpedoman dengan arah mata angin, Aldi terpaksa harus menemukan jalan sendiri demi keselamatannya.
            Setelah tujuh jam yang tidak terasa oleh Aldi untuk berjalan demi mencari jalan untuk keluar,tiba-tiba Aldi tergelicir dan terjtuh kejurang. Aldi tidak sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya, ia pingsan.
            ***
            Hari itu adalah kamis tepatnya pukul 05.30 pada waktu subuh,Aldi terbangun dari pingsannya. Aldi kaget dengan keberadaannya di sebuah ruangan inap tempat orang sakit dengan posisi terbaring  diatas ranjang. Disamping itu juga, Aldi mendengar ada suara perempuan yang sedang membaca ayat al-Qur’an dengan irama yang sangat merdu dari dalam kamar dekat tempat tidurnya. Mendengar suara itu, Aldi terdiam dan menggigil ketika mendengarkan lantunan ayat al-Qur’an yang dibaca oleh seseorang dari dalam kamar “siapa yang membaca al-Qur’an itu,?, dan apa yang terjadi padaku,?,kesalahan apa yang telah aku lakukan,?”,Aldi betanya sendiri dalam hatinya dengan ekspresi yang gugup juga kaku.
            Dengan rasa ingin menghampiri sumber suara dari seseorang yang sedang membaca al-Qur’an, Aldi pun bangun dari tempat tidur dan menurunkan kakinya dari atas ranjang, dan tiba-tiba “aaaa,,,,aaddduuuhhhh,,sssaakkkiitt,,”,teriak Aldi karena merasa sakit pada kakinya dan Aldipun terjatuh dari ranjang. Mendengar itu,ayat suci yang sedang dibacapun terhenti. Aldi melihat seorang gadis cantik sedang memakai mukena keluar dari kamar itu menghampirinya “astagafirullahal’azeem”ucap gadis itu sambil berlari dari kamarnya dengan eksperi tegang. Melihat sesosok gadis cantik menghampirinya,Aldi tersengang dan kaget “kamu siapa,?” tanya Aldi kepada gadis itu. Gadis itu tidak menjawab pertanyaan pertanyaan Aldi dengan bergegas membantu Aldi untuk berdiri dan membaringkan Aldi kembali keatas ranjang. Dengan posisi Aldi yang sudah terbaring kembali keatas ranjang,tiba-tiba gadis itu menghulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan Aldipun menyambut tangan gadis itu,“perkenalkan,aku Amel,,”ucap gadis itu dengan ekspresi sedikit tersenyum,“aku Aldi,knpa aku bersamamu disini? Dimana aku?”tanya Aldi dengan gugup dan kaget,, “kamu tenang ya,,? Kamu sedang di Puskesmas Bangko sekarang,! Dan aku seorang mahasiswi Poltekes Jambi,aku sedang melakukan penelitian disini ,,kamu nggak usah khawatir dengan keberadaanmu,!”jawab gadis menenangkan Aldi. Aldi mulai tenang karena sudah mengetahui dimana ia sedang berada. Merekapun mulai ngobrol-ngobrol mengenai alamat asal,dan ternyata gadis itu adalah penduduk asli Bangko,rumahnya jauh dari puskesmas. Dengan  obrolan yang panjang,mereka ngobrol masalah umur, dan ternyata Aldi dan Amel sebaya,mereka sama-sama kelahiran tahun 1994. “kenapa aku bisa berada disini? Gimana ceritanya,?” tanya Aldi kepada Amel, “ceritanya gini,, kemaren ayahku kesini nganterin bahan untuk memasak buat aku,,sesampai disini,ayah langsung kebelakang untuk memotong rumput-rumput yang tinggi,,pas nyampe dibelakang,bapak nemuin kamu yang sedang tergeletak disemak belakang dengan keadaan berantakan,dan ayah kaget,beliau langsung membawa kamu masuk dalam keadaan pingsan,,setelah aku periksa ternyata kaki kamu terkilir,,,tapi,,, yyaaa,,alhamdulillah hari ini kamu siuman,!” ungkap Amel dengan senyum kepada Aldi, “oooo iiyyaaa,,, aku baru ingat kalau aku jatuh dari jurang yang terjangnya busyet deh,,! Aku kira,aku bakalan mati,!”ungkap Aldi kepada Amel. Waktu itu Aldi mulai ingat tentang apa yang telah menimpa dirinya sambil melihat kakinya yang kata Amel bahwa kakinya hanya terkilir. “makasih ya,, udah mau ngerawat aku,? Dan makasih juga buat ayahmu,? Mungkin kalau nggak ada kamu sama bapak disini waktu itu,entah gimana jadinya,!” ucap Aldi kepada Amel, “aahhh,,itu kan udah tugasnya aku untuk ngerawat orang yang sedang membutuhkan penanganan,!” jawab Amel dengan senyum. Melihat Amel yang begitu ramah dan murah senyum,“ya tuhan,,begitu baik gadis ini,,!”ucap Aldi didalam hatinya.Aldipun tersipu malu dengan merasakan seolah-olah hatinya bergetar melihat sesosok gadis yang baik sedang merawatnya dan merekapun melanjutkan pembicaraan mereka.
            ***
             Dua hari kemudian tepatnya pada sabtu,Aldi merasakan rasa sakit pada kakinya sudah mulai agak berkurang,tetapi ia belum diperbolehkan pulang oleh Amel,Aldi tidak boleh banyak gerak dulu kata Amel. Pada waktu magrib,badan Aldi menggigil dan bergetar ketika mendengar Amel membacakan ayat-ayat suci al-Qur’an dari dalam kamarnya sehingga air mata Aldi menetes dengan haru meresapi betapa merdunya suara Amel ketika membaca ayat-ayat al-Qur’an. Saat tubuh Aldi bergetar ketika mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an yang yang dilantunkan oleh Amel dengan suara yang merdu,Aldi merasa bahwa ia telah banyak melakukan perbuatan dosa,dan diwaktu itu juga Aldi sadar dengan apa yang salah pada dirinya selama ini. “Akkuu saalll,,saallahh,,,! Ya allah,,ampuni aku,! Aku lupa,! Aku merasa kalau selama ini aku tidak memenuhi kewajibanku sebagai umat islam,,! Ya allah,,ampuni aku,!”ucap Aldi didalam hatinya. Dengan rasa bersalah terhadap tuhan dan agamanya,Aldi berjalan selangkah demi selangkah secara pelan-pelan menghampiri Amel yang sedang membaca al-Qur’an didalam kamarnya. Sesampai didepan pintu kamar Amel yang sedang terbuka,Aldi terduduk karena menanggung rasa bersalah “Mel,,aku malu,,!”seru Aldi dengan kaku kepada Amel, Amelpun kaget dan heran dengan perkataan Aldi “ada apa Al,?”tanya Amel, “aku udah salah Mel,!”ungkap Aldi lagi, “Al,,,kenapa Al? Aku nggak ngerti,! Apa maksud kamu Al?” tanya Amel kepada Aldi sambil berjalan menghampiri Aldi yang sedang terduduk didepan pintu kamarnya. ketika melihat Amel berjalan menghampirinya,Aldi menangis “Mel,,selama ini aku buta Mel,!,Bahkan aku lupa terhadap agama dan kewajibanku sebagai umat yang beragama islam Mel,,! Mel,,, sembuhkan aku dari kebutaanku Mel,! ajari aku mengenai islam Mel,,! Aku buta terhadap huruf  arab Mel,,! Aku buta dengan cara dan bacaan untuk beribadah kepada allah Mel,,! Aku mohon,,!! Ajari aku,!!”pinta Aldi kepada Amel. Mendengar itu, “astagfirullahal’azim,,baiklah,,! Akan aku lakukan”jawab Amel dengan ekspresi tercangar.
            ***
            Hari demi hari terlalui oleh Aldi bersama Amel hingga kaki Aldi sembuh total, Aldi sangat bersemangat untuk belajar agama kepada Amel dan Amelpun juga tak kenal lelah untuk mengajarkan Aldi sehingga Aldi waktu itu sudah hafal ayat shalat dan sudah tahu dengan cara shalat. Setelah seminggu lebih Aldi tinggal dipuskesmas,dengan segan “Aldi,,,sebelumnya aku minta ma’af,,apa bagusnya kita cukup sampai disini dulu belajar agamanya?”ujar Amel kepada Aldi, “maksud kamu,?? Emang kenapa Mel??”tanya genes dengan kaget mendengar ujaran Amel, “gini Al,,sekarang kan kamu udah sembuh,,kalau kamu tetap disini,tentu orang akan berprasangka lain walaupun kita baik-baik disini Al,,! Sekarangpun orang-orang udah beranggapan lain sama kita berdua disini yang tanpa status,!”ujar Amel dengan ekspresi gugup juga segan. Mendengar itu, Aldipun terdiam lalu menjawab “baiklah Mel,! aku ngerti kok,!”, Aldi sedih karena ia masih ingin belajar agama kepada Amel sementara keadaan sangat tidak mengizinkan.
            ***
            Sore itu,Aldi menghampiri Amel untuk berpamitan ingin pulang “Mel,,sore ini aku mau pamit pulang ke Kerinci Mel,,makasih ya udah ngajarin aku tentang agama,? Sekarang aku udah sembuh,udah bisa shalat,baca al-Qur’an,itu semua berkat kamu,! Walaupun aku udah pergi dari sini,aku janji kalau aku bakalan banyak belajar lagi diluar sana Mel,!”ungkap Aldi kepada Amel. Mendengar itu,Amelpun terlihat sedih karena sebentar lagi Aldi akan pulang ke kampungnya. Saat itu Amel juga merasakan kesedihan sehingga kesedihan itu membuat dirinya terdiam karena entah kapan lagi ia bisa bertemu dengan Aldi.
            Setelah membereskan barang-barang,Aldi kembali menghampiri Amel dan langsung mengambil tangan Amel “Mel,,aku beruntung sekali bertemu denganmu,,mengenalmu,aku jadi berubah menjadi lebih baik dan sadar dari masa laluku,,! Dengan apa yang ajari padaku,satu rasa ingin memilikipun bertunas dan hidup dihatiku Mel,,!Mel,,aku cinta sama kamu Mel,!”ungkap Aldi kepada Amel. Mendengar kata cinta yang diucapkan oleh Aldi,Amel yang merupakan gadis yang shaleha langsung melepaskan tangannya dari genggaman Aldi “ma’af Al,,! Ak,,akuu,,nggak bisa ngomong apa-apa Al,! Ma’af ya Al,aku nggak ngerti,,!?”ucap Amel kepada Aldi, “nggak apa-apa kok Mel,,ya udah,,aku pulang dulu ya,,!?semoga kita bisa ketemu lagi,,jika ada kesempatan,aku pasti akan berkunjung kerumahmu dengan alamat yang kamu kasih ke aku,!”seru Aldi kepada Amel, “hati-hati dijalan ya Al,,?”seru Amel lagi, “iya Mel”jawab Aldi mulai melangkah untuk pulang.
            ***
            Setibanya Aldi dirumahnya di Kerinci, Aldi menceritakan malapetaka yang menimpanya saat mendaki kepada orang tuanya,sehingga sampai pada cerita tentang pertemuannya dengan sesosok gadis shaleha yang benama Amel. Aldi juga bercerita bahwa Amel banyak mengajarinya tentang agama sehingga ia berubah dari masa lalunya. Saat bercerita tentang Amel,tiba-tiba ibunya Aldi merespon “berarti kamu sudah banyak kenal dong sama gadis itu,?”tanya ibunya Aldi, “nggak juga ma,!”jawab Aldi dengan senyum. sementara itu bapaknya Aldi juga ikut merespon “Aldi,,! Belajarlah untuk memilih dan menentukan durian mana yang manis dan mana yang kurang manis atau ambar,setelah itu cicipi durian yang kamu pilih dan tanam bijinya,,setelah biji yang kamu tanam itu tumbuh besar hingga berbuah,cicipi lagi buah durian itu,,setelah kamu lakukan itu,kamu pasti akan menemukan kebenaran”kata bapaknya Aldi, Aldipun menunduk mendengarkan pesan bapaknya.
            ***
            Dimalam harinya,Aldi dipanggil orang tuanya untuk membahas tentang pernikahannya. Disaat itu juga “Aldi,,umur kamu sudah meningkat,dan usia mama sama papa juga semakin singkat,,mama sama papa pengen kamu menikah,!”sahut ibunya Aldi. Mendengar itu,Aldi teringat dengan Amel dan menyetujui keinginan orang tuanya, ia ingin orang tuanya melamar Amel untuknya dan orang tua Aldipun setuju dan percaya kepada Aldi. Keesokan harinya Aldi bersama kedua orang tuanya pergi kerumah Amel untuk bertemu dengan Amel dan orang tuanya dengan tujuan ingin melamar Amel untuk menjadi istri Aldi. Sesampai dirumah Amel,orang tua Aldi melamar Amel untuk menjadi istri Aldi anaknya. Dan akhirnya dengan alhamdulillahirobbil’alamin Amel bersama keluarganya menerima lamaran Aldi. Pada hari itu juga,keluarga Aldi dan keluarga Amel menentukan hari pernikahan untuk Aldi dan Amel. Setelah menyepakati hari pernikahan, Aldi mengajak Amel ketaman rumah untuk ngobrol dan Amelpun menyetujuinya. Sesampai ditaman rumah,Aldi langsung mengambil tangannya Amel “kok waktu itu kamu nggak ngasih jawaban sedikitpun Mel,?,kok hari ini aku bisa bahagiaaa banget,,!? hhmmm,, aku sayang sama kamu Mel,!!”ucap Aldi dengan menyergap dan langsung memeluk Amel, “eeeppsss,,belum mukhrim,,! Hehehe,,”ucap Amel yang menegur dengan canda, “eehh,,iiyyaa,,,ma’af,!”tanggap Aldi dengan malu sambil melepaskan pelukannya dari Amel.
            ***
            Akhirnya Aldi dan Amel menikah, mereka hidup dengan keluarga yang sakinah. Sangat terlihat jelas kebahagiaan yang menyertai keluarga yang mereka bangun dan mereka jalani. Itulah cinta, kita tidak akan pernah tahu kapan ia akan datang,,! Dan kita juga tidak akan pernah tahu kapan ia akan pergi,,!


Terimakasih telah membaca

3 komentar: