HATI TERSENTUH DARI KALIMAH SUCI
Di daerah provinsi
jambi tepatnya di Muaro Bungo, terdapat hutan belantara yang sulit untuk
dikunjungi karena konon kata penduduk kampung bahwa dulu ada enam belas orang
dari penduduk Muaro Bungo yang mencoba masuk kehutan tersebut dengan tujuan
ingin membuka rimba dengan tujuan ingin membuat lahan pertanian untuk bercocok
tanam, sampai saat ini belum ada kabar ataupun berita tentang keenam belas
penduduk kampung tersebut. Menurut penduduk Muaro Bungo, hutan itu merupakan
hutan gaib yang ada di Muaro Bungo dan penduduk menamai bukit hutan itu dengan
nama Hutan Gaib.
Pada suatu hari tepatnya pada tahun 2014,seorang
pemuda beragama islam dari kota Kerinci yang tampan rupawan dan masih berstatus
mahasiswa di UNJA(Universitas Negeri Jambi) yang bernama Aldi ingin mencoba
merintis hutan yang konon katanya sangat misterius dengan tujuan untuk
menikmati dan mengambil gambar pemandangan yang indah dari atas bukit,tapi Aldi
belum mengetahui bahwa hutan itu adalah hutan yang sangat berbahaya. Aldi
adalah pemuda yang menganut agama islam,tetapi Aldi tidak mematuhi kewajiban
dan larangan yang dituntun didalam syari’at agamanya, bisa dikatakan kalau aldi
adalah anak yang tidak terlalu percaya tentang agamanya. Aldi sangat tertarik
untuk merintis hutan itu karena Aldi melihat hutan di bukit itu sangat
menantang jika didaki.
***
Pada awal tahun 2015, Aldi
pergi kedaerah Muaro Bungo dengan membawa peralatan lengkap untuk mendaki.
Sesampai di Muaro Bungo, Aldi pergi ke desa kecil yang posisinya pas dibawah
kaki bukit hutan yang akan ia daki itu dengan tujuan untuk mencari informasi
tentang bukit itu. Saat berada di desa tersebut,Aldi mendapat informasi dari
penduduk kampung bahwa hutan yang akan ia daki ternyata sangat angker lagi
misterius. Aldi adalah anak yang pemberani,dan ia tetap akan merintis hutan
itu. Melihat Aldi yang berkeinginan keras ingin mendaki,seorang penduduk kampung
yang sudah tua dan dulu beliau pernah nyasar didaerah sebelum pertengahan jalan
menuju puncak bukit tersebut katanya,beliau menunjuk pintu masuk ke hutan itu
kepada Aldi. Tepat pada pukul 14.00 menjelang sore,Aldipun mulai mendaki.
***
Setibanya Aldi di
pertengahan jalan menuju puncak bukit Hutan Gaib tersebut, Aldi melihat arlogi
yang dipakainya menujuk pukul 17.30 dan ternyata perjalanan Aldi sudah lumayan
jauh. Melihat hari sudah mulai gelap,Aldipun langsung mendirikan tenda untuk
beristirahat dimalam harinya.
Senjapun tersapu
oleh malam, Aldi langsung menyalakan api dari kayu-kayu bakar yang ada
disekitarnya dan menyantap bekal yang ia bawa. Apipun sudah mulai membara, Aldi
langsung menuju kedalam tenda untuk beristirahat karena besok paginya Aldi akan
melanjutkan perjalanannya. Berani sekali Aldi,,!
Akhirnya malam
disapu oleh pagi yang sejuk, Aldipun terbangun oleh suara alarm alam dari
suara-suara burung yang indah dari ats pohon.
***
Setelah menyusun
perlengkapan tenda, Aldi langsung melanjutkan perjalanannya untuk menuju
puncak. Pada jarak tempuh ± 400m,
Aldi merasakan ada yang aneh diperjalanannya,ia merasakan bahwa jalan yang ia
tempuh saat itu telah ia tempuh kemaren harinya. Aldi tak kenal lelah, ia
meneruskan perjalanannya demi mencapai puncak bukit itu. Setelah lama
berjalan,ternyata Aldi malah kembali lagi ke lokasi tempat ia mendirikan tenda
“adduuuhhhhh,,,,kayaknya aku nyasar ni” ucap Aldi. Saat mengetahui kalau
dirinya sedang tersasar, Aldi langsung melihat kompas yang ia bawa. Dengan
berpedoman dengan arah mata angin, Aldi terpaksa harus menemukan jalan sendiri
demi keselamatannya.
Setelah tujuh jam
yang tidak terasa oleh Aldi untuk berjalan demi mencari jalan untuk
keluar,tiba-tiba Aldi tergelicir dan terjtuh kejurang. Aldi tidak sadar dengan
apa yang terjadi pada dirinya, ia pingsan.
***
Hari itu adalah
kamis tepatnya pukul 05.30 pada waktu subuh,Aldi terbangun dari pingsannya.
Aldi kaget dengan keberadaannya di sebuah ruangan inap tempat orang sakit
dengan posisi terbaring diatas ranjang.
Disamping itu juga, Aldi mendengar ada suara perempuan yang sedang membaca ayat
al-Qur’an dengan irama yang sangat merdu dari dalam kamar dekat tempat
tidurnya. Mendengar suara itu, Aldi terdiam dan menggigil ketika mendengarkan
lantunan ayat al-Qur’an yang dibaca oleh seseorang dari dalam kamar “siapa yang
membaca al-Qur’an itu,?, dan apa yang terjadi padaku,?,kesalahan apa yang telah
aku lakukan,?”,Aldi betanya sendiri dalam hatinya dengan ekspresi yang gugup
juga kaku.
Dengan rasa ingin
menghampiri sumber suara dari seseorang yang sedang membaca al-Qur’an, Aldi pun
bangun dari tempat tidur dan menurunkan kakinya dari atas ranjang, dan
tiba-tiba “aaaa,,,,aaddduuuhhhh,,sssaakkkiitt,,”,teriak Aldi karena merasa
sakit pada kakinya dan Aldipun terjatuh dari ranjang. Mendengar itu,ayat suci
yang sedang dibacapun terhenti. Aldi melihat seorang gadis cantik sedang
memakai mukena keluar dari kamar itu menghampirinya
“astagafirullahal’azeem”ucap gadis itu sambil berlari dari kamarnya dengan
eksperi tegang. Melihat sesosok gadis cantik menghampirinya,Aldi tersengang dan
kaget “kamu siapa,?” tanya Aldi kepada gadis itu. Gadis itu tidak menjawab
pertanyaan pertanyaan Aldi dengan bergegas membantu Aldi untuk berdiri dan
membaringkan Aldi kembali keatas ranjang. Dengan posisi Aldi yang sudah
terbaring kembali keatas ranjang,tiba-tiba gadis itu menghulurkan tangannya
untuk berjabat tangan dan Aldipun menyambut tangan gadis itu,“perkenalkan,aku
Amel,,”ucap gadis itu dengan ekspresi sedikit tersenyum,“aku Aldi,knpa aku
bersamamu disini? Dimana aku?”tanya Aldi dengan gugup dan kaget,, “kamu tenang
ya,,? Kamu sedang di Puskesmas Bangko sekarang,! Dan aku seorang mahasiswi
Poltekes Jambi,aku sedang melakukan penelitian disini ,,kamu nggak usah
khawatir dengan keberadaanmu,!”jawab gadis menenangkan Aldi. Aldi mulai tenang
karena sudah mengetahui dimana ia sedang berada. Merekapun mulai ngobrol-ngobrol
mengenai alamat asal,dan ternyata gadis itu adalah penduduk asli Bangko,rumahnya
jauh dari puskesmas. Dengan obrolan yang
panjang,mereka ngobrol masalah umur, dan ternyata Aldi dan Amel sebaya,mereka
sama-sama kelahiran tahun 1994. “kenapa aku bisa berada disini? Gimana
ceritanya,?” tanya Aldi kepada Amel, “ceritanya gini,, kemaren ayahku kesini
nganterin bahan untuk memasak buat aku,,sesampai disini,ayah langsung
kebelakang untuk memotong rumput-rumput yang tinggi,,pas nyampe dibelakang,bapak
nemuin kamu yang sedang tergeletak disemak belakang dengan keadaan berantakan,dan
ayah kaget,beliau langsung membawa kamu masuk dalam keadaan pingsan,,setelah
aku periksa ternyata kaki kamu terkilir,,,tapi,,, yyaaa,,alhamdulillah hari ini
kamu siuman,!” ungkap Amel dengan senyum kepada Aldi, “oooo iiyyaaa,,, aku baru
ingat kalau aku jatuh dari jurang yang terjangnya busyet deh,,! Aku kira,aku
bakalan mati,!”ungkap Aldi kepada Amel. Waktu itu Aldi mulai ingat tentang apa
yang telah menimpa dirinya sambil melihat kakinya yang kata Amel bahwa kakinya
hanya terkilir. “makasih ya,, udah mau ngerawat aku,? Dan makasih juga buat
ayahmu,? Mungkin kalau nggak ada kamu sama bapak disini waktu itu,entah gimana
jadinya,!” ucap Aldi kepada Amel, “aahhh,,itu kan udah tugasnya aku untuk
ngerawat orang yang sedang membutuhkan penanganan,!” jawab Amel dengan senyum.
Melihat Amel yang begitu ramah dan murah senyum,“ya tuhan,,begitu baik gadis
ini,,!”ucap Aldi didalam hatinya.Aldipun tersipu malu dengan merasakan
seolah-olah hatinya bergetar melihat sesosok gadis yang baik sedang merawatnya dan
merekapun melanjutkan pembicaraan mereka.
***
Dua hari kemudian tepatnya pada sabtu,Aldi
merasakan rasa sakit pada kakinya sudah mulai agak berkurang,tetapi ia belum
diperbolehkan pulang oleh Amel,Aldi tidak boleh banyak gerak dulu kata Amel.
Pada waktu magrib,badan Aldi menggigil dan bergetar ketika mendengar Amel
membacakan ayat-ayat suci al-Qur’an dari dalam kamarnya sehingga air mata Aldi
menetes dengan haru meresapi betapa merdunya suara Amel ketika membaca
ayat-ayat al-Qur’an. Saat tubuh Aldi bergetar ketika mendengarkan ayat-ayat
al-Qur’an yang yang dilantunkan oleh Amel dengan suara yang merdu,Aldi merasa
bahwa ia telah banyak melakukan perbuatan dosa,dan diwaktu itu juga Aldi sadar
dengan apa yang salah pada dirinya selama ini. “Akkuu saalll,,saallahh,,,! Ya
allah,,ampuni aku,! Aku lupa,! Aku merasa kalau selama ini aku tidak memenuhi
kewajibanku sebagai umat islam,,! Ya allah,,ampuni aku,!”ucap Aldi didalam
hatinya. Dengan rasa bersalah terhadap tuhan dan agamanya,Aldi berjalan
selangkah demi selangkah secara pelan-pelan menghampiri Amel yang sedang
membaca al-Qur’an didalam kamarnya. Sesampai didepan pintu kamar Amel yang
sedang terbuka,Aldi terduduk karena menanggung rasa bersalah “Mel,,aku
malu,,!”seru Aldi dengan kaku kepada Amel, Amelpun kaget dan heran dengan
perkataan Aldi “ada apa Al,?”tanya Amel, “aku udah salah Mel,!”ungkap Aldi
lagi, “Al,,,kenapa Al? Aku nggak ngerti,! Apa maksud kamu Al?” tanya Amel
kepada Aldi sambil berjalan menghampiri Aldi yang sedang terduduk didepan pintu
kamarnya. ketika melihat Amel berjalan menghampirinya,Aldi menangis “Mel,,selama
ini aku buta Mel,!,Bahkan aku lupa terhadap agama dan kewajibanku sebagai umat
yang beragama islam Mel,,! Mel,,, sembuhkan aku dari kebutaanku Mel,! ajari aku
mengenai islam Mel,,! Aku buta terhadap huruf
arab Mel,,! Aku buta dengan cara dan bacaan untuk beribadah kepada allah
Mel,,! Aku mohon,,!! Ajari aku,!!”pinta Aldi kepada Amel. Mendengar itu,
“astagfirullahal’azim,,baiklah,,! Akan aku lakukan”jawab Amel dengan ekspresi
tercangar.
***
Hari demi hari
terlalui oleh Aldi bersama Amel hingga kaki Aldi sembuh total, Aldi sangat
bersemangat untuk belajar agama kepada Amel dan Amelpun juga tak kenal lelah
untuk mengajarkan Aldi sehingga Aldi waktu itu sudah hafal ayat shalat dan
sudah tahu dengan cara shalat. Setelah seminggu lebih Aldi tinggal dipuskesmas,dengan
segan “Aldi,,,sebelumnya aku minta ma’af,,apa bagusnya kita cukup sampai disini
dulu belajar agamanya?”ujar Amel kepada Aldi, “maksud kamu,?? Emang kenapa
Mel??”tanya genes dengan kaget mendengar ujaran Amel, “gini Al,,sekarang kan
kamu udah sembuh,,kalau kamu tetap disini,tentu orang akan berprasangka lain
walaupun kita baik-baik disini Al,,! Sekarangpun orang-orang udah beranggapan
lain sama kita berdua disini yang tanpa status,!”ujar Amel dengan ekspresi
gugup juga segan. Mendengar itu, Aldipun terdiam lalu menjawab “baiklah Mel,!
aku ngerti kok,!”, Aldi sedih karena ia masih ingin belajar agama kepada Amel
sementara keadaan sangat tidak mengizinkan.
***
Sore itu,Aldi
menghampiri Amel untuk berpamitan ingin pulang “Mel,,sore ini aku mau pamit
pulang ke Kerinci Mel,,makasih ya udah ngajarin aku tentang agama,? Sekarang
aku udah sembuh,udah bisa shalat,baca al-Qur’an,itu semua berkat kamu,!
Walaupun aku udah pergi dari sini,aku janji kalau aku bakalan banyak belajar
lagi diluar sana Mel,!”ungkap Aldi kepada Amel. Mendengar itu,Amelpun terlihat
sedih karena sebentar lagi Aldi akan pulang ke kampungnya. Saat itu Amel juga merasakan
kesedihan sehingga kesedihan itu membuat dirinya terdiam karena entah kapan
lagi ia bisa bertemu dengan Aldi.
Setelah
membereskan barang-barang,Aldi kembali menghampiri Amel dan langsung mengambil
tangan Amel “Mel,,aku beruntung sekali bertemu denganmu,,mengenalmu,aku jadi
berubah menjadi lebih baik dan sadar dari masa laluku,,! Dengan apa yang ajari
padaku,satu rasa ingin memilikipun bertunas dan hidup dihatiku Mel,,!Mel,,aku
cinta sama kamu Mel,!”ungkap Aldi kepada Amel. Mendengar kata cinta yang
diucapkan oleh Aldi,Amel yang merupakan gadis yang shaleha langsung melepaskan
tangannya dari genggaman Aldi “ma’af Al,,! Ak,,akuu,,nggak bisa ngomong apa-apa
Al,! Ma’af ya Al,aku nggak ngerti,,!?”ucap Amel kepada Aldi, “nggak apa-apa kok
Mel,,ya udah,,aku pulang dulu ya,,!?semoga kita bisa ketemu lagi,,jika ada
kesempatan,aku pasti akan berkunjung kerumahmu dengan alamat yang kamu kasih ke
aku,!”seru Aldi kepada Amel, “hati-hati dijalan ya Al,,?”seru Amel lagi, “iya
Mel”jawab Aldi mulai melangkah untuk pulang.
***
Setibanya Aldi
dirumahnya di Kerinci, Aldi menceritakan malapetaka yang menimpanya saat
mendaki kepada orang tuanya,sehingga sampai pada cerita tentang pertemuannya
dengan sesosok gadis shaleha yang benama Amel. Aldi juga bercerita bahwa Amel
banyak mengajarinya tentang agama sehingga ia berubah dari masa lalunya. Saat
bercerita tentang Amel,tiba-tiba ibunya Aldi merespon “berarti kamu sudah
banyak kenal dong sama gadis itu,?”tanya ibunya Aldi, “nggak juga ma,!”jawab
Aldi dengan senyum. sementara itu bapaknya Aldi juga ikut merespon “Aldi,,!
Belajarlah untuk memilih dan menentukan durian mana yang manis dan mana yang
kurang manis atau ambar,setelah itu cicipi durian yang kamu pilih dan tanam
bijinya,,setelah biji yang kamu tanam itu tumbuh besar hingga berbuah,cicipi
lagi buah durian itu,,setelah kamu lakukan itu,kamu pasti akan menemukan
kebenaran”kata bapaknya Aldi, Aldipun menunduk mendengarkan pesan bapaknya.
***
Dimalam
harinya,Aldi dipanggil orang tuanya untuk membahas tentang pernikahannya.
Disaat itu juga “Aldi,,umur kamu sudah meningkat,dan usia mama sama papa juga
semakin singkat,,mama sama papa pengen kamu menikah,!”sahut ibunya Aldi.
Mendengar itu,Aldi teringat dengan Amel dan menyetujui keinginan orang tuanya,
ia ingin orang tuanya melamar Amel untuknya dan orang tua Aldipun setuju dan
percaya kepada Aldi. Keesokan harinya Aldi bersama kedua orang tuanya pergi
kerumah Amel untuk bertemu dengan Amel dan orang tuanya dengan tujuan ingin
melamar Amel untuk menjadi istri Aldi. Sesampai dirumah Amel,orang tua Aldi
melamar Amel untuk menjadi istri Aldi anaknya. Dan akhirnya dengan
alhamdulillahirobbil’alamin Amel bersama keluarganya menerima lamaran Aldi.
Pada hari itu juga,keluarga Aldi dan keluarga Amel menentukan hari pernikahan
untuk Aldi dan Amel. Setelah menyepakati hari pernikahan, Aldi mengajak Amel
ketaman rumah untuk ngobrol dan Amelpun menyetujuinya. Sesampai ditaman
rumah,Aldi langsung mengambil tangannya Amel “kok waktu itu kamu nggak ngasih
jawaban sedikitpun Mel,?,kok hari ini aku bisa bahagiaaa banget,,!? hhmmm,, aku
sayang sama kamu Mel,!!”ucap Aldi dengan menyergap dan langsung memeluk Amel,
“eeeppsss,,belum mukhrim,,! Hehehe,,”ucap Amel yang menegur dengan canda,
“eehh,,iiyyaa,,,ma’af,!”tanggap Aldi dengan malu sambil melepaskan pelukannya
dari Amel.
***
Akhirnya Aldi dan
Amel menikah, mereka hidup dengan keluarga yang sakinah. Sangat terlihat jelas
kebahagiaan yang menyertai keluarga yang mereka bangun dan mereka jalani. Itulah
cinta, kita tidak akan pernah tahu kapan ia akan datang,,! Dan kita juga tidak
akan pernah tahu kapan ia akan pergi,,!
Terimakasih telah membaca

SEMOGA MENIKMATI,,! :)
BalasHapussorry kalau terlalu banyak bait draf dengan waktu yang melampau,,!
BalasHapusmantap broo..!
BalasHapus