Selasa, 19 Januari 2016

APA KABAR MY DEAR FRIEND



            Persahabatan akan begitu indah jika kita mampu menjadi bagian dari warna pelangi. Saat memanadang pelangi, kebanyakan dari manusia yang ada di bumi hanya mampu berkata “indahnya pelangi itu.!”, mereka hanya memetik keindahan dari warna-warna yang ada pada pelangi yang sedang mereka pandang. Tanpa disadari, ternyata pada pelangi terdapat makna persahabatan yang mendalam yang bisa di petik ketika melihat satu warna pelangi tidak pernah berpisah dengan warna-warna yang lainnya, dan warna pelangi itu terlihat menyertai persahabatan cantik antara Lovi dan Bella.
             Di desa Lempur Danau merupakan tempat kelahiran Lovi dan Bella, disanalah Lovi dan Bella merasakan kehidupan yang damai dan tenteram hingga mereka tumbuh menjadi gadis cantik,bahkan hingga mereka kuliah dan mendapat gelar sarjana. Lovi dan Bella telah berteman sejak kecil tanpa ada perselisihan antara mereka. Desa kecil Lovi dan Bella merupakan desa yang menyimpan pemandangan yang indah dan mempesona yang posisi desanya tepat di pinggir danau Kerinci.
            Waktu silih berlalu dan masa pun silih berganti hingga Lovi dan bella tumbuh menjadi gadis dewasa, mereka mulai mengenal asmara dan cinta. Semenjak mereka mulai mengenal cinta, mereka terlihat sedikit waktu untuk bersama seperti biasanya karena mereka sama-sama dilanda asmara.
            Rasa heran muncul ketika melihat kedua orang gadis yang berparas cantik ini karena keberuntungan yang datang menyertai mereka selalu datang dengan sama-sama. Waktu itu tepat pada awal tahun 2011, Lovi didekati oleh seorang pria tampan yang bernama Tofan. Sementara itu, Bella juga didekati oleh seorang pria tampan yang bernama Aidil. Dan suatu keherananpun terlihat kembali karena ternyata mereka didekati oleh pria yang alamatnya satu kampung dengannya yaitu sama-sama dari desa Lempur Danau dan merekapun mencoba untuk saling mengenal satu sama lain,alias PDKT.
***
            Dalam diam-diam setelah sebulan PDKT, Lovi resmi menjadi pacar Tofan. Waktu itu,Lovi merasa sangat bahagia sekali karena baru pertama kali merasakan jatuh cinta dan dicintai oleh seorang pria sementara Tofan juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Lovi. Saking bahagianya perasaan Lovi bersama Tofan, mereka merencanakan untuk jalan-jalan ke Qhincay Plaza merekapun berangkat dengan mobil milik Tofan untuk jalan-jalan ke Qhincay Plaza dg tujuan jalan-jalan dan shoping.
            Sesampai di Qhincay Plaza, Lovi jalan-jalan bersama Tofan sambil bercumbu-canda,maklum baru jadian. Setelah lama berjalan hingga tiba di salah satu toko pakaian, Tofan menarik tangan Lovi untuk masuk kedalam toko pakaian tersebut “yuk kita liat-liat dulu ke dalam,mana tau ada yang cocok!”ajak ofan, “hmmm,,,yuk,,!”jawab Lovi, merekapun masuk ke toko itu dan langsung berkeliling di dalam toko tersebut mencari pakaian yang cocok. Saat tiba di sudut bagian dalam toko,Lovi menemukan baju cantik berwarna ungu “Fan,,,liat,! Bagus banget baju ini,tapi harganya 700 ribu,,nggak usah ah,,kemahalan,!”ucap Lovi, mendengar itu “mmm,,,sekarang gini aja, kamu liat-liat ke arah kanan,dan aku liat-liat ke arah kiri,,gimana,??”ajak Tofan, “mmm,,yuk,!” jawab Lovi, dan mereka pun berbencar. Setelah lama berkeliling, Lovi menemukan kemeja bagus untuk pria,dan ia langsung mengambil baju tersebut dan membawanya ke kasir toko untuk membelinya untuk Tofan “hmm,,Tofan pasti suka dengan baju yang aku beliin,” ucap Lovi didalam hatinya.
            Setelah membeli baju untuk Tofan, Lovipun langsung mencari Tofan ke arah belakang dan Topan tidak terlihat oleh Lovi. Tiba-tiba Tofan nongol di belakang Lovi “cari siapa sayang,?” ucap Tofan, dengan kaget “astagfirullahal”azim,,,! hmmm sayaaannggg…! Dari tadi nyari,,malah ngagetin lagi,nggak kasian apa sama pacarnya,,hmmm,!” ucap Lovi dengan ekspersi cemberut manja kepada Tofan, “hm,,hm,,alhamdulillah udah manggil dengan kata sayang,,!” usil Topan terhadap Lovi lagi, “hmmmm,,,”tanggap Lovi dengan cemberut malu.“iya,,iya dech,,aku minta ma’af ya sayang ya.?” Ucap Tofan, “iya sayang,,,oh iya, aku ada beliin kamu kemeja ni,ntar diliat di mobil ya,?” ujar Lovi, “iya sayang,,tapi aku bawa tangan kosong juga ni,,!”kata Tofan, dengan senyum “sayaanngg,,,nggak apa-apa kok,! Ya udah,,yuk kita pulang lagi, udah mulai capek ni sayang,!”ujar Lovi kepada Tofan, dan merekapun keluar dari toko dan menuju ke tempat parkir mobilnya Tofan.
            Sesampai didalam mobil Tofan, Lovi memperlihatkan baju yang ia beli untuk Tofan “nahh,,,ini bajunya,,keren kan bajunya,,!”Ujar Lovi, “waw,,keren banget,,,aku suka, tapi harganya,,kemahalan sayang,,!”sahut Tofan, “sayanggg,,, ussssstttt berisik,,,itu nggak penting sayang,!”tanggap Lovi, “makasih ya sayang..?” ucap Tofan, dan Lovipun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
            Tiba-tiba Tofan mengambil sesuatu di bangku belakang dan membukanya “taarraammm,,,,” ucap Tofan kepada Lovi. Dengan ekspresi kaget oleh Lovi, ternyata Tofan membeli Baju ungu yang di anggap cantik oleh Lovi saat didalam toko “Tofaann,,, itu kemahalan sayaangg,,!”ucap Lovi kepada Tofan, “ussssstttttt,,,karena ada yang bilang kalau harga itu nggak penting,!”ucap Tofan dengan senyuman. Lovi merasa sangat senang saat itu “ternyata Tofan romantis banget,,”ucap Lovi di dalam hatinya. Saat Tofan menstarting mobilnya,“Sayangg,,,gimana kalau sebelum pulang kita berhenti makan bakso dulu di Sido Waras,,!” ajak Lovi, “ayuk,,”tanggap Tofan, dan Tofanpun langsung melajukan mobilnya untuk pergi makan bakso bersama kekasihnya. Sido Waras merupakan salah satu tempat makan bakso yang enak di Kota Kerinci yang beralamat di jalan Depati Parbo-Sungai Penuh.
            Sesampainya di Sido Waras, ternyata mereka bertemu dengan Bella “wahhh,,,,ternyata ada my dear friend,,,!”seru Lovi, “waahh,,ehm,,ehmm,,ternyata nggak sendirian ni yee,,!”ucap Bella lagi, “would you mind,kenalin,,this is my honey,,!”ucap Lovi, dan Tofan menghulurkan tangan untuk salam perkenalan,begitupun dengan Bella “oo,,jadi kamu yang sering di ceritain Lovi tentang temannya,,wahh,,moment  yang tepat ni,,! oh ya ngomong-ngomong,sendirian aja ni,??”tanya Tofan kepada Bella, “hehemmmmm,,,,hari gini,,aku nggak mau kalah dong,,!”ucap Bella kepada Tofan. Dengan ekspresi kaget bercampur rasa senang, melihat pasangan Bella yang tiba-tiba muncul di belakang bella “aaa,,,,,jadi kamu Dil,? Gimana ceritanya??”Tanya Tofan kepada pasangan Bella. Dan ternyata pasangan Bella juga merupakan teman dari pasangan Lovi sehingga waktu itu mereka makan bakso bersama dalam satu meja sambil berbincang-bincang dengan perasaan hati yang senang lagi bahagia. Setelah lama berbincang-bincang sambil makan bakso, tak terasa siangpun telah berganti dengan sore dan merekapun pulang bersama pasangan mereka masing-masing.
***
            Hari demi hari terlalui oleh Lovi bersama pasangannya hingga lembaran kelender 2011pun dibuang karena telah berganti tahun 2012, dan begitu juga yang dirasakan oleh Bella bersama pasangannya. Pada tahun 2012, hal yang tidak diinginkanpun mengusik hubungan Bella bersama Aidil. Masalah yang melanda hubungan Bella sangat serius sehingga didalam masalah itu membuat Bella harus menangis, dan ternyata Aidil di jodohkan oleh orang tuanya dengan gadis yang belum ia kenal. Dengan kesetiaan, Bella tidak pernah memutuskan komunikasi dengan Aidil karena Bella sudah telah terlanjur mengunci perasaan sayang terhadap Aidil. Rasa sedih yang bercampur iba membuat Bella ingin pergi menemui Lovi dengan tujuan ingin curhat mengenai masalah didalam hubungannya. Tepat pada pukul 10.00 pagi waktu itu, Bella pergi kerumah Lovi dengan tujuan ingin curhat.
            sesampai di depan pintu rumah Lovi, Bella mengetuk pintu dan sangat kebetulan sekali bahwa yang membukakan pintu untuknya adalah Lovi. Saat pintu dibuka, Bella terkejut melihat mata Lovi yang membengkak kemerahan akibat menangis “kamu kenapa Lov?”tanya Bella kepada Lovi, “ceritanya rumit Bell,,yuk kita masuk dulu,ntar aku ceritain,!”tanggap Lovi, dan Bellapun masuk kerumah Lovi. Setiba di rumah “mending kita ngobrol dikamar aja yuk Bell?,soalnya banyak yang pengen aku omongin sama kamu,!” ajak Lovi, “ya udah,,yuk..!”jawab Bella, dan merekapun beranjak tempat duduk ke dalam kamar Lovi.
            Setiba di dalam kamar, Lovi langsung memeluk Bella sambil menangis “Bell,,,aku nggak sanggup Bell,,!”ucap Lovi, “kenapa Lov,? Coba ceritain sob,what are you thinking?”Tanya Bella, dan Lovipun menjawab “orang tua Tofan tidak suka dengan aku Bell,sampai-sampai orang tuanya Tofan ingin Tofan tinggal Palembang di tempat omnya Bell, orang tuanya ingin kami berjauhan bell,,dan yang lebih menyakitkan lagi,Tofan mutusin aku kemaren Bell” ungkap Lovi meluahkan apa yang sedang ia rasakan. Mendengar kalimat demi kalimat yang di ungkapkan Lovi, tiba-tiba Bella menangis dan langsung mengambil tangan Lovi “sabar ya Lov,,apa yang kamu rasakan nggak jauh bedanya dengan apa yang aku rasakan Lov,!”ungkap Bella kepada Lovi, dengan kaget “emang ada apa dengan kamu Bell?”Tanya Lovi, “Aidil dijodohin sama orang tuanya Lov,! Aidil sedang pusing dan bimbang untuk masalah ini Lov,!”ungkap Bella, “terus,,kalian sekarang udahan,gitu,??”Tanya Lovi lagi, “nggak Lov,,kami belum mengambil kesimpulan,!”ungkap Bella lagi. Di tengah pembicaraan antara Lovi dan Bella, tiba-tiba handphone Bella berdering, dan ternyata ada pesan dari Aidil. Melihat pesan masuk dari Aidil,Bellapun langsung membukanya. Membaca pesan itu, Bella langsung menangis dan langsung memeluk Lovi “Lov,,Aidil,Lov,,!”ucap Bella dengan suara yang tidak jelas karena sedang menangis. Lovipun kaget melihat sahabatnya yang tiba-tiba menangis tersedu-sedu “kenapa Bell,,kenapa?”Tanya Lovi, “coba kamu baca aja sendiri Lov,!,di,,dii,dia mutusin aku Lov,”ungkap Bella dengan terbata-bata kepada Lovi. Mendengar ungkapan dari Bella, Lovipun membaca isi pesan dari Aidil yang isi pesannya “aku sayang kamu,kamu sayang sama aku kan?, kalau kamu sayang sama aku,kamu jaga diri baik-baik ya sayang,,semua orang ingin bersama dengan apa pilihannya, tetapi kenyataan itu tidak memihak kepada kita Bell,,aku nggak mau kamu dihantui kesengsaraan yang berlarut dalam kesedihan begitu lama Bell,kita udahan ya Bell,,kita putus,! By Aidil, semoga bertemu disaat dimana dirimu sedang berbahagia walau tak lagi bersamaku sayang,!”. Membaca pesan itu, Lovi langsung mengelus punggung Bella yang sedang tersedu-sedu menangis. Akhirnya hubungan mereka terberai oleh dinding pemisah yang amat kuat bak berlapis baja.
***
            hingga suatu hari kesedihan berlarut kian menjadi bayangan, Lovi dan Bella bermain di pinggir danau dekat dari rumah mereka. Disaat bermain didanau, kisah persahabatan saat-saat menjadi putri kecil tergambar kembali dan disaat itu pula Bella bersuara “Lov,,,aku mau memberitahu kamu kalau besok lusa,aku mau ke Surabaya, aku dapat undangan dari instalasi Pekan Baru untuk kerja disana,!”ucap bella, “wahh bagus itu Bell,, tapi kok bisa sama ya,?? aku juga mau ngasih tau kamu sich sebenarnya kalau aku juga dapat undangan dari Instalasi di Jakarta Sob,dan hari senen depan aku kesana,”tanggap Lovi, “wahh,,,mantap,,,,! Tapi kita pisah dong sob,?”ucap Bella, “hmmm,,,aku pasti bakalan kangen banget sama kamu sob,,kamu memang sahabat aku yang paling baik selama ini yang pernah aku kenal sob,!”ungkap Lovi dengan langsung memeluk sahabatnya yang dari kecil selalu ada untuknya. Suasana harupun membasahi pemandangan yang indah sehingga mendungnya awan berbalut kabut.
***
            Hari demi hari pun berlau, Lovi dan Bellapun juga telah berangkat untuk bekerja di tempat dimana masing-masing dari mereka mendapat undangan untuk bekerja. Pantai yang indah yang telah banyak melukis kenangan antara Lovi dan Bella seolah bertanya-tanya dalam haluan panorama tanpa pelangi ingin mengetahui dimana kedua putri cilik yang selalu ceria dulu.
***
            Tiga tahun kemudian tepatnya pada bulan September 2015, Lovi pulang ke kampung halamannya di Lempur Danau dengan tujuan untuk merayakan hari raya idul fitri dan melepaskan rindu terhadap keluarganya. Ternyata Lovi pulang ke kampungnya tidak sendiri melainkan bersama pria kota yang gagah dan tampan di sampingnya, pria itu bernama Rido. Disaat itu pula Lovi melepaskan rasa rindu terhadap keluarganya dan ia mengenali seorang pria tampan yang akan hidup bersamanya kepada keluarganya.
***
            Pada sore harinya saat Lovi berada di teras didepan rumahnya, Lovi melihat layang-layang yang sedang terbang dan layang-layang itu dimainkan di daerah pasir putih pinggir danau. Disaat itu pula Lovi terkenang masa kecilnya bersama Bella saat bermain layang-layang di pinggir danau sehingga rindu terhadap Bellapun menghantuinya “semoga kamu bahagia dimanapun kamu berada sahabatku,,dan semoga kamu rasakan apa yang aku rasakan,!”ucap Lovi dalam hati. Disore itu juga Lovi mengajak Rido untuk bermain ke pinggir danau untuk melihat orang bermain layang-layangan sekalian menikmati pemandangan sore di pasir putih pinggir danau dan merekapun pergi ke pinggir danau dekat rumahnya.
            setibanya mereka di pinggir danau, dengan kaget Lovi melihat orang yang sedang bermain layang-layangan itu ternyata adalah Bella bersama seorang pria “heeiiii,,,,Bella,,!”seru Lovi, dan dengan ekspresi kaget pula saat Bella melihat Lovi “heeiii,,,Lovi,!”seru Bella lagi. Merekapun langsung berpelukan saat itu,“kamu kapan pulang,?? Aku telfon,katanya nomor kamu udah nggak kamu pake lagi,,! Eh,,siapa cowok itu Lov?”Tanya Bella kepada Lovi, “tadi pagi aku nyampe Bell,,itu partner hidup ku, dan bentar lagi bakal jadi imamku sob,,! Dan pria itu siapa Bell.?”Tanya Lovi kepada Bella, “hmmm,,emang akum au kalah apa sama kamu,?,kenalin dong,namanya Anton,!”tanggap Bella dengan canda terhadap Lovi. Dan merekapun langsung ngobrol dan tak lupa pula mereka mengenali pasangan mereka masing-masing dengan rasa yang penuh dengan kebahagiaan.
            Begitulah persahabatan yang bagaikan bagian dari warna pelangi, warna pelangi akan terlihat terang dan bercahaya jika percikan air embun selalu bersedia untuk menerima sinaran dari sang mentari. Maka, jadilah bagian dari warna pelangi dalam persahabatan, karena di setiap warna-warna yang ada pada pelangi itu terdapat percikan air-air embun yang suci.

Terimakasih telah membaca
By ; Jaya Lutvi

2 komentar: